Mohon ijin bu dokter Dewi Dhora Amalia, saya share di blog saya, siapa tau bermanfaat untuk orang lain dan menjadi salah satu sumber inspirasi bagi yang berniat untuk mengembangkannya menjadi lebih baik lagi.
KAMPUNG CERDIK PEMURUS DALAM
OLEH RARIES WIJAYANTI & dr.DEWI DHORA
Kampung Cerdik
A. Analisis Masalah
Berawal dari tahun 2017 Puskesmas Pemurus Dalam mengawal jalannya kelurahan siaga aktif dari SMD dan MMK hingga intervensi bagi masalah prioritas yang terjadi di kelurahan Pemurus Dalam. Pada tahun 2017 dari survey yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pemurus Dalam, mendapatkan kesimpulan mengenai akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif sudah terpenuhi namun belum maksimal dan sangat diperlukan peran lintas Program dan lintas sektor terkait untuk menyukseskan pencapaian Keluarga Indonesia Sehat. Masalah prioritas atas kesepakatan masyarakat yang diangkat dari hasil SMD dan dibahas dalam MMK adalah Hipertensi yang tidak terkontrol, dan selanjutnya penatalaksanaan yang disepakati bersama oleh wakil masyarakat yang didampingi oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Pemurus Dalam berupa intervensi pada tahun 2017 dengan melakukan intervensi pembuatan Papan C.E.R.D.I.K yang diletakkan di beberapa titik strategis di wilayah kelurahan Pemurus Dalam. Istilah C.E.R.D.I.K ini disadur dari GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

Grafik Hasil SMD Tahun 2017
Sumber.PKM Pemurus Dalam
Berlanjut di tahun 2018, Puskesmas Pemurus Dalam melaksanakan kembali kegiatan SMD-MMK yang mana hasil surveynya menyatakan gambaran yang masih berkaitan dengan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang mana dari sini dapat melanjutkan tata laksana papan cerdik di tahun 2017. Pada 2018 ini Puskesmas Pemurus Dalam mengembangkan kembali intervensi pada kelurahan siaga berupa KAMPUNG C.E.R.D.I.K.
CERDIK adalah slogan kesehatan yang setiap hurufnya mempunyai makna yaitu; C=Cek kesehatan secara berkala, E=Enyahkan asap rokok, R=Rajin aktifitas fisik, D=Diet sehat dengan kalori seimbang, I=Istirahat cukup dan K= Kelola stress.
B. Pendekatan Strategis
1. Siapa saja yang telah mengusulkan pemecahannya dan bagaimana inisiatif ini telah memecahkan masalah tersebut?
Berdasarkan pada hasil survey PIS-PK, SMD dan MMK serta pengamatan tertentu yang dilakukan, bukan hanya oleh tenaga kesehatan namun ditambah dengan masukan serta aspirasi dari masyarakat sebagai wujud menghadirkan program unggulan GERMAS ditengah masyarakat.
Dalam hal ini muncul ide untuk pembentukan Kampung Cerdik, yang sebagai inisiator adalah Raries Wijayantidan dibantu olah tim Inovasi dari puskesmas pemurus Dalam.
2. Dalam hal apa inisiatif ini kreatif dan inovatif?
“KAMPUNG CERDIK“ dikatakan kreatif dan sangat inovatif dikarenakan merupakan cara sederhana dalam hal melakukan pendekatan dengan masyarakat yang berkaitan dengan upaya menurunkan angka penyakit tidak menular. Dan sampai sekarang belum ditemukan inovasi seperti ini sebelumnya, diharapkan dapat meningkatkan kualitas data survailans penyakit sehingga dapat lebih bermanfaat dalam tindakan promotif dan preventif.
C. Latar Belakang
Kelurahan Siaga adalah kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan, secara mandiri.
Kelurahan yang dimaksud di sini dapat berarti kelurahan atau negeri atau istilah-istilah lain bagi kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adapt-istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kelurahan Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB, kejadian bencana, kecelakaan, dan lain-lain, dengan memanfaatkan potensi setempat, secara gotong-royong.
Tujuan dari dibentuknya Desa Siaga adalah mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat desa, menyiapsiagakan masyarakat untuk menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat, serta memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Dalam pengembangan Kelurahan Siaga, perlu dilaksanakan dengan membantu/memfasilitasi masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran melalui siklus atau spiral pemecahan masalah yang terorganisasi (pengorganisasian masyarakat), salah satunya dengan menempuh Survey Mawas Diri (SMD) atau Telaah Mawas Diri (TMD) atau Community Self Survey (CSS) yang bertujuan agar pemuka-pemuka masyarakat mampu melakukan telaah mawas diri untuk kelurahannya. Survey ini harus dilakukan oleh pemuka-pemuka masyarakat setempat dengan bimbingan tenaga kesehatan.
Dengan demikian, mereka menjadi sadar akan permasalahan yang dihadapi di kelurahannya, serta bangkit niat dan tekad untuk mencari solusinya, termasuk membangun Poskeskel sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat kelurahan. Untuk itu, sebelumnya perlu dilakukan pemilihan dan pembekalan keterampilan bagi mereka.
Keluaran atau output dan SDM ini berupa identifikasi masalah-masalah kesehatan serta daftar potensi di kelurahan yang dapat didayagunakan dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan tersebut, termasuk dalam rangka membangun Poskeskel yang berikutnya dibahas lebih lanjut dalam musyawarah masyarakat kelurahan (MMK).
Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) adalah pertemuan perwakilan warga kelurahan beserta tokoh masyarakatnya dan para petugas untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil survei mawas diri. Inisiatif penyelenggaraan musyawarah sebaiknya berasal dari tokoh masyarakat yang telah sepakat mendukung pengembangan Kelurahan Siaga. Peserta musyawarah adalah tokoh-tokoh masyarakat setempat. Bahkan sedapat mungkin dilibatkan pula kalangan dunia usaha yang mau mendukung pengembangan Kelurahan Siaga dan kelestariannya (untuk itu diperlukan advokasi)
Tujuan dilaksanakannya Musyawarah Masyarakat Kelurahan diantaranya agar masyarakat mengenal masalah kesehatan di wilayahnya, masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan kelurahan siaga dan Poskeskel, masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan, melaksanakan kelurahan siaga dan poskeskel. Serta temuan lain yang diperoleh pada saat SMD disajikan, utamanya dalah daftar masalah kesehatan, data potensial, serta harapan masyarakat. Hasil pendataan tersebut dimusyawarahkan untuk penentuan prioritas, dukungan dan kontribusi apa yang dapat disumbangkan oleh masing-masing individu / institusi yang diwakilinya, serta langkah-langkah solusi untuk pembangunan Poskeskel dan pengembangan masing-masing Kelurahan Siaga.
GERMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi GERMAS ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat.
Program ini memiliki beberapa fokus seperti membangun akses untuk memenuhi kebutuhan air minum, instalasi kesehatan masyarakat serta pembangunan pemukiman yang layak huni. Ketiganya merupakan infrastruktur dasar yang menjadi pondasi dari gerakan masyarakat hidup sehat.
GERMAS mengatasi masalah kesehatan yang masih menjadi sebuah tantangan serius di Indonesia. Kini setidaknya masih ada triple burden atau tiga masalah kesehatan penting terkait pemberantasan penyakit infeksi, bertambahnya kasus penyakit tidak menular dan kemunculan kembali jenis penyakit yang seharusnya telah berhasil diatasi.
Perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern menjadi salah satu dasar GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2015. Penyakit menular seperti diare, tuberkulosa hingga demam berdarah dahulu menjadi kasus kesehatan yang banyak ditemui kini telah terjadi perubahan yang ditandai pada banyaknya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker dan jantung koroner.
7 Langkah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang dikenal dengan C.E.R.D.I.K
1. Cek Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala
Salah satu bagian dari arti germas sebagai gerakan masyarakat hidup sehat adalah dengan lebih baik dalam mengelola kesehatan. Salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan tidak hanya datang ke rumah sakit atau puskesmas ketika sakit saja. Langkah ini dapat memudahkan mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan lebih dini.
2. Enyahkan asap rokok
Merokok merupakan kebiasaan yang banyak memberi dampak buruk bagi kesehatan. Berhenti merokok menjadi bagian penting dari gerakan hidup sehat dan akan berdampak tidak pada diri perokok; tetapi juga bagi orang – orang di sekitarnya. Meminta bantuan ahli melalui hipnosis atau metode bantuan berhenti merokok yang lain dapat menjadi alternatif untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut.
3. Rajin Melakukan Aktivitas Fisik
Perilaku kehidupan modern seringkali membuat banyak orang minim melakukan aktivitas fisik; baik itu aktivitas fisik karena bekerja maupun berolah raga. Kemudahan – kemudahan dalam kehidupan sehari – hari karena bantuan teknologi dan minimnya waktu karena banyaknya kesibukan telah menjadikan banyak orang menjalani gaya hidup yang kurang sehat. Bagian germas aktivitas fisik merupakan salah satu gerakan yang diutamakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan seseorang.
4. Diet dengan Kalori Seimbang
Keinginan untuk makan makanan praktis dan enak seringkali menjadikan berkurangnya konsumsi sayur dan buah yang sebenarnya jauh lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa jenis makanan dan minuman seperti junk food dan minuman bersoda sebaiknya dikurangi atau dihentikan konsumsinya. Menambah jumlah konsumsi buah dan sayur merupakan contoh GERMAS yang dapat dilakukan oleh siapapun.
5. Istirahat yang Cukup
Beristirahat yang cukup sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan kurang tidur dapat menyebabkan terjadinya perubahan yang berarti pada tubuh. Pasalnya, kurang tidur dapat meningkatkan risiko Anda mengalami sejumlah masalah kesehatan yang serius, di antaranya diabetes, penyakit jantung, obesitas, sleep apnea, hingga kematian dini. Lama tidur tujuh sampai delapan jam sebenarnya direkomendasikan hanya untuk orang dewasa, termasuk lansia.
6. Kelola Stres
Bagian penting dari germas hidup sehat juga berkaitan dengan meningkatkan kualitas lingkungan; salah satunya dengan lebih serius menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga kebersihan lingkungan dalam skala kecil seperti tingkat rumah tangga dapat dilakukan dengan pengelolaan sampah. Langkah lain yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan guna mengurangi resiko kesehatan seperti mencegah perkembangan vektor penyakit yang ada di lingkungan sekitar.
Secara umum, tujuan GERMAS adalah menjalani hidup yang lebih sehat. Gaya hidup sehat akan memberi banyak manfaat, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan hingga peningkatan produktivitas seseorang. Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan dari gaya hidup sehat adalah lingkungan yang bersih dan sehat serta berkurangnya resiko membuang lebih banyak uang untuk biaya berobat ketika sakit.
Data dari WHO Global Report on NCD (2010) menyebutkan bahwa persentase kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) menempati proporsi yang besar (63%) dibanding dengan penyakit menular. Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, berdasarkan data WHO Global Observatory 2011, menunjukkan bahwa proporsi kematian kasus karena penyakit tidak menular adalah lebih besar dibanding penyakit menular.
Indonesia menghadapi transisi epidemiologi dalam masalah kesehatan, dimana penyakit menular belum dapat teratasi, sementara penyakit tidak menular pun semakin meningkatdimasyarakat. Program prioritas Kementerian Kesehatan dalam pengendalian PTM mencakup: akselerasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pengendalian faktor risiko PTM secara terintegrasi berbasis kelompok masyarakat aktif (Posbindu PTM), deteksi dan tindak lanjut dini penyakit tidak menular termasuk Asma, dan tatalaksana kasus di fasilitas pelayanan kesehatan dasar yaitu Puskesmas. Posbindu PTM merupakan kegiatan deteksi dan tindak lanjut dini faktor risiko PTM.
D. Landasan Hukum
1. UU No.23 Th.1992 tentang kesehatan
2. UU No.32 Th.2004 tentang Pemerintah Daerah
3. UU No.25 Th.2005 tentang Perencanaan Pembangunan
4. PP No.25 Th.2004 tentang Otonomi Daerah
5. Keputusan Menkes No.128 / Menkes / SK / II /2004 Th.2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas
6. Keputusan Menkes No.131 / Menkes / SK / II/ 2004 tentang SKN
7. Instruksi Presiden No 1 Tahun 2017 tentang Germas
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
E. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan dibentuknya Kampung Cerdik secara umum adalah sebagai penguatan upaya promotif dan preventif masyarakat yang didasari oleh rencana tindak lanjut dari hasil SMD dan MMK.
2. Tujuan Khusus
a. Menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan
b. Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk
c. Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan.
F. Manfaat
1. Meningkatkan kerjasama dan dukungan lintas sektor serta stakeholder terkait
2. Sebagai pemerataan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.
Puskesmas Pemurus Dalam | Inovasi Kampung Cerdik
|