Jumat, 30 Oktober 2015

Es Krim


Kejujuran itu seperti Es krim...
Kalau tidak dilahap, bakalan cepat meleleh
Hilang ditelan hawa panas...

Bisep di tangan itu kan otot fisik,
Naaahh... Kejujuran itu otot mental
Dan otot harus dilatih, biar kuat...



Sumber: Lupa pernah denger darimana, pkoknya hapal aja tentang itu...

Rabu, 30 September 2015

B I D A N




Jadi Bidan bukanlah cita-cita, tapi panggilan jiwa. ketika semua orang melakukan perawatan dan memanjakan kuku mereka aku tidak bisa. karena tanganku harus menyambut kedatangan malaikat-malaikat kecil dari rahim seorang perempuan. ketika yang lain sibuk berlama-lama di salon kecantikan, aku tidak bisa. karena diluar sana telah banyak yang menungguku dan mempercayakan kehadiranku untuk buah hati mereka. Tapi aku bersyukur, saat aku melihat bayi lahir ditanganku. kau tahu rasanya? rasanya seperti menemukan berlian di dalam genggaman yang mampu membuatku meneteskan air mata saat dirinya melihat dunia. Itulah aku, aku bidan, dan aku bersyukur.
Sesungguhnya tak pernah terbayangkan olehku, akan menjadi bagian dari profesi ini. Tak pernah terpikirkan sebelumnya aku di usia 19 tahun bisa menolong persalinan Ibu-Ibu yg kadang menyebalkan, mencium aroma asing dari air ketuban, mematuhi peraturan partograf yg sering membuat kantuk, konseling berbagai hal yg aku sendiri pun blm pernah merasakannya dan itu aku lakukan sejak umurku yg masih belasan. Di panggil “Ibu” oleh “para Ibu” yg sesungguhnya, bahkan tak jarang diremehkan karna usiaku yg masih terlihat muda utk menjadi seorang bidan.

Dan engkaulah wanita sejati yang mensucikan niatmu
ketika kertas dan pena menahan rindumu kepada sang kekasih
ketika keringat sang ayah menghembuskan nilai-nilai ketegaran
ketika doa sang bunda menyertai bangun malamnya untukmu

Dan engkaulah wanita sejati dalam setiap kelemahanmu
ketika Tuhan tersenyum dalam amarah yang menyertai kekesalanmu
ketika Tuhan menegurmu saat engkau melupakan ayah dan bunda
ketika Tuhan menyayangimu dengan slalu menjaga akal dan hatimu

Dan engkaulah wanita sejati yang tak bisa menyembunyikan lelahmu
ketika gelap dan dinginnya malam menemani sendirimu
ketika resahmu menyertai harapan kehadirannya ke dunia
ketika engkau slalu bertahan dalam kantuk yang mengusikmu

Dan engkaulah wanita sejati yang turut menghadirkan selaksa kehidupan
ketika tangis si kecil menggemakan seluruh alam
ketika sang ibu mengembangkan selarik senyum dalam haru dan runtuh air matanya
ketika senyum sejenakmu tak tertahan saat tugas muliamu tlah engkau tunaikan
karna saat itu, sebutir keringatmu melahirkan benih titian tangga menuju surgamu
karna saat itu, lelah kantukmu mematangkan pelangi-pelangi ibadahmu

Dan karna saat itu, engkau pun turut tersenyum dalam larutnya bahagia sekitarmu
lalu engkau pun berkata: “ayah dan bunda, aku tlah menghadirkan sebutir baktiku padamu”

Hingga di suatu masa,
engkau tersadar bahwa segala pengorbananmu tlah mengepakkan sayap-sayap malaikat tuk mengantarkanmu menuju pintu surga …

Rabu, 23 September 2015

I N T U I S I


Intuisi dalam bahasa sederhana bisa diartikan getaran hati (jiwa) akan sesuatu hal (Causalitas) yang dihadapi atau yang akan terjadi. getaran hati atau mungkin bisa juga diartikan "perasaan" akan sesuatu (itu) muncul atau terasa. akal (sehat) berpikir dan berbicara (sehat) akan membuat hati/perasaan tenang.

Dalam istilah lain intuisi merupakan kemampuan untuk memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas.Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Intuisi juga bisa di katakan kemampuan psikis yang di kenal sebagai firasat, atau kemampuan untuk merasakan apa yang akan terjadi selanjutnya. Selain itu, intuisi dipahami sebagai pengetahuan yang kebenarannya 100% akurat.
Intuisi adalah kemampuan alami atau kekuatan yang dengannya seseorang mengetahui sesuatu tanpa pembuktian. Dalam kamus online Oxford, intuisi didefinisikan sebagai The ability to understand something instinctively, without the need for conscious reasoning.” Intuisi adalah kemampuan untuk memahami sesuatu secara naluriah, tanpa membutuhkan rasionalisasi sadar.

Menurut Miriam Webbster intuisi adalah “A natural ability or power that makes it possible to know something without any proof or evidence.” Intuisi adalah kemampuan alami atau kekuatan yang dengannya seseorang mengetahui sesuatu tanpa pembuktian.

Intuisi itu sebenarnya bukanlah pesan yang diembuskan oleh makhluk mistis kepada Anda, melainkan pesan yang berasal dari pikiran bawah sadar Anda. Intuisi merupakan suatu kebutuhan, karena tidak semua masalah dapat di jelaskan hanya dengan logika.

Sebelum penelitian yang dilakukan oleh para pakar, intuisi dianggap sebagai pengetahuan klenik. Intuisi dipandang sebagai anugerah istimewa yang diberikan hanya kepada orang-orang tertentu.
Pemahaman berubah ketika intuisi mulai diteliti secara ilmiah. Banyak penelitian menyimpulkan intuisi bukanlah hal yang klenik. Menurut para pakar, sumber intuisi berasal dari pikiran bawah sadar manusia.
Intuition is nothing but the outcome of earlier intellectual experience,” (Albert Einstein)
Sebagaimana dijelaskan Einstein di atas, intuisi merupakan hasil dari pengalaman intelektual yang terjadi sebelumnya. Hal senada juga diungkapkan oleh pakar psikologi dari Amerika Serikat Herbert A. Simon. Menurutnya, intuisi tak lain merupakan kesadaran bahwa sesuatu yang dialami pernah dialami atau dipelajari sebelumnya.
Intuitif adalah sifat alami manusia, hampir setiap manusia mempunyai kemampuan ini,dan pernah mengalaminya selama hidupnya.Yang membedakan hanya tingkatan dari kemampuan ini.Namun, ilmu pengetahuan masih belum bisa menjelaskan mengapa beberapa individu tampaknya lebih kuat dan lebih tajam intuisinya daripada orang lain

Syarat intuisi adalah pengalaman. Semakin banyak pengalaman dalam sebuah bidang, kemampuan intuitif kita (dalam bidang tersebut) semakin tinggi. Sebaliknya, semakin sedikit pengalaman kita dalam bidang itu, maka semakin rendah pula kemampuan intuitif kita (dalam bidang tersebut).






Sumber: Think , Fast and Slow karya Daniel Kahneman, Wikipedia

Kamis, 03 September 2015

Menuju Titik Bifurkasi

Terimakasih pernah ada...
Dalam setiap jeda kesibukan, dalam setiap doa malam mu...
Terimakasih pernah hadir...
Dalam seluruh waktu "kita" yang salah....
Terimakasih sudah pergi...
Semua akan lebih baik...
Aku... Kamu...Kita...
Dia...Kalian...dan Kami...
Terimakasih untuk tidak datang lagi

(Terimakasih sudah memberikan Buku ini )

Minggu, 30 Agustus 2015

Yang Ada Hanyalah Ada

Aku tak mengenalmu, kita bukan teman...
Namun, aku tak ingin menyakitimu, demi Tuhan...
Apa yang kau miliki sekarang amatlah aku inginkan...
Dan, untuk mengertinya tidaklah sulit...
Kami adalah jalinan satelit yang saling membelit...
Mengelilingi satu planet yang menarik kami laksana magnet...
Tak ada lagi tempat di orbit ini, bahkan untuk bayangan kami sendiri...
Jadi, relakan kami untuk saling memiliki...

(KPDBJ)

Jumat, 31 Juli 2015

Janji Kelingking

On Process....

Kita lihat... Janji kelingking mana yang dia tepati???
Dengan mu atau dengan ku ?




“Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. 

Tidak juga janji atau kesetiaan. 

Tidak ada. 

Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apapun, oleh siapapun.”


― Dewi 'Dee' LestariPerahu Kertas



 Aku berpikir untuk tidak berpikir tentangmu. Maaf, aku tak mampu. Aku berpikir untuk tidak menantimu. Maaf, aku menunggu. Aku berpikir untuk tidak mencintaimu. Maaf, aku telanjur jatuh cinta; kepadamu. Aku berpikir untuk tidak terburu-buru. Maaf, aku tak mampu untuk tidak tergopoh merindukanmu. Aku pikir, rasaku telah bugil bulat: aku mencintaimu tanpa ini itu. Karena aku mencintaimu, benar atau salah!  #dearyou

Rabu, 10 Juni 2015

Wanita Tetap Wanita

“God made man stronger but not necessarily more intelligent. He gave women intuition and feminity. And, used properly, that combination easily jumbles the brain of any man I’ve ever met.”Farah Fawcett



Dadaku membusung bangga dengan segala sebutan kami. 
Dari gadis, perawan tua hingga sebutan janda bahkan pelacur. 
Namun, tulang tetap tulang tetap menggigil tanpa diselimuti daging.
Walaupun kokoh menopang tubuh, kami pun sama.
Bagaimanapun kuatnya kami Wanita Tetap Wanita.
Aku, Kami, dunia mungkin berkata kita rapuh seperti kristal. 
Biarkan mereka menilai seberapa kuatnya kita. 
Perempuan. 
Menjadi perempuan bukanlah sebuah pilihan tapi ini adalah takdir. 
Kami senang mengambil keputusan atas hidup kami sendiri dan menjadi bahagialah yang aku sebut sebagai pilihan. 
Sesekali patah, terpuruk namun selalu ada kekuatan extra untuk bangkit kembali. 
Begitulah cara kami menghadapi dunia, pun saat hati jatuh cinta.

***

Senin, 16 Februari 2015

Tolong Buat Aku Lupa


Kutipan puisi yang manis, mungkin ini ceritaku, mungkin saja ini ceritamu...
Tidak semua yang saya tulis adalah saya. Tidak semua yang kamu baca adalah kamu.

Jelaskan padaku mengapa semua jadi serumit ini? Aku tak tahu jika kamu tiba-tiba memenuhi sudut-sudut terpencil di otakku, hingga memenuhi relung-relung hatiku. Semua terjadi begitu cepat, tanpa teori dan banyak basa-basi. Aku melihatmu, mengenalmu, lalu mencintaimu. Sesederhana itulah kamu mulai mengusai hari-hariku. Kamu jadi penyebab rasa semangatku. Kamu menjelma jadi senyum yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata. Iya, mungkin, aku jatuh cinta. Entah kamu.


Semua kulakuan diam-diam. Begitu rapi. Hingga hatimu yang beku tak pernah berhasil cair. Semua kusembunyikan. Hingga perasaanmu yang tidak peka tetap saja tak peduli pada gerak-gerikku yang jarang tertangkap oleh sorot matamu. Aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kautak memahami yang sebenarnya terjadi.

Aku tidak bisa melupakanmu.... sungguh! Aku selalu ingat caramu menatapku. Caramu mencuri perhatianku. Kerutan matamu yang aneh, namun tetap terlihat memesona dalam pandanganku. Hal-hal sederhana itu seakan-akan sengaja diciptakan untuk tidak dilupakan. Tolong buat aku lupa, karena aku tak lagi temukan cara terbaik untuk menghilangkan kamu dari pikiranku.

Kita jarang punya kesempatan berbicara, berdua saja. Rasanya mustahil. Kamu dan aku berbeda, air dan api, dingin dan panas.  "Hal yang mustahil di dunia ini hanyalah memakan kepala sendiri." 

Rasanya menyebalkan jika aku tak mengetahui isi hatimu. Kamu sangat sulit kutebak, kamu teka-teki yang punya banyak jawaban, juga banyak tafsiran. Aku takut menerjemahkan isyarat-isyarat yang kautunjukkan padaku. Aku takut mengartikan kata-kata manismu yang mungkin saja tak hanya kaukatakan untukku. Aku takut memercayai perhatian sederhanamu yang kauperlihatkan secara terselubung. Aku takut. Aku takut. Takut. Semakin takut jika perasaan ini bertumbuh ke arah yang tak kuinginkan. Tolong hentikan langkahku, jika memang segalanya yang kuduga benar adalah hal yang salah di matamu. Tolong kembalikan aku ke jalanku dulu, sebelum aku mengganggu rute tujuanmu.

Ketahuilah, Tampan. Aku sedang berusaha melawan jutaan kamu yang mulai mengepul otakku, seperti asap rokok yang menggantung di udara; kamu seakan-akan nyata. Aku tak percaya, ternyata kita bisa melangkah sejauh ini. Dan, selama ini juga, aku tak pernah berani mengatakan satu hal yang mungkin mengagetkanmu; aku mulai menyukaimu.


di antara rindu yang selalu gagal kuungkapkan
di dalam rasa canggung yang belum kupahami
tolong... jangan pergi.

Selasa, 20 Januari 2015

25 Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Memasuki Usia 25 Tahun

Usia 25 tahun sering diasosiasikan sebagai penanda kedewasaan seseorang. Seperempat abad menjalani hidup di dunia diharapkan bisa membuat seseorang cukup bijak menghadapi berbagai dinamika kehidupan di depan mata. Di usia ini pula banyak orang merasa hidup mereka “benar-benar dimulai”.
Jika memang usia 25 benar-benar krusial, hal apa sih yang perlu kamu tahu sebelum memasukinya? Bisakah kamu mempersiapkan momentum seperempat abad kehidupanmu mulai sekarang?

1. Usia 25 Tahun Tidak Serta-Merta Mengubahmu Jadi Orang Dewasa

Menjadi 25 tidak mengubah kepribadianmu via jungkookie-taetae.tumblr.com
Beberapa tahun lalu kamu berpikir akan benar-benar bertansformasi jadi orang dewasa di usiamu yang ke-25. Tapi ternyata kedewasaan tidak selalu berbanding lurus dengan umur. Di umur 25 kamu masih akan tetap sama seperti dirimu yang dulu. Bahkan terkadang bisa lebih kekanakan.
Di usia yang ke-25 kamu akan keheranan dan melihat apa yang sudah kamu lakukan selama ini. Rasanya sulit untuk percaya bahwa kamu yang masih sering berkelakuan seperti anak kecil ini sudah berumur 25 tahun.
“Kok gue gak ngerasa tua dan dewasa ya?”, adalah pertanyaan yang sering muncul di otakmu.


2. Kedewasaan Itu Tentang Cara Memandang Hidup

Semuanya terletak di perspektif via www.evanbleker.com
Saat masih remaja, kamu berpikir orang dewasa pasti punya pemikiran dan perilaku yang bijak. Mereka yang masih suka nongkrong dan ketawa ngakak bareng teman di usia 25-an tidak layak dijadikan panutan. Kamu pernah ingin jadi orang dewasa yang selalu tampak serius dan anggun.
Saat sudah memasuki usia 25, barulah kamu akan sadar:
Kedewasaan bukan hanya soal berapa lama kamu hidup, bukan pula tentang fasihnya mulutmu mengeluarkan kata-kata bijak. Dewasa juga tidak selalu setara dengan perilaku yang serius dan anggun.
Kamu bisa tetap jadi pribadi yang kacau, kocak dan suka berkumpul bersama teman. Karena kedewasaan sebenarnya adalah soal pola pikir.
Tidak ada yang salah dengan tetap menjadi orang yang suka baca komik, pakai baju warna-warni atau makan jajanan anak kecil. Dewasa atau tidak ditentukan oleh apa yang ada di otakmu. Bukan dinilai dari kegemaran atau pakaian yang kamu kenakan.

3. Beberapa Orang Memang Bisa Settle Dalam Kehidupan Cinta Di Usia 25 Tahun

Beberapa orang memang menikah di usia 25 via thegrandnarrative.com
Usia 25 dianggap sebagai usia paling ideal untuk menikah bagi kebanyakan orang Indonesia. Kamu akan melihat beberapa kawan dan sahabat yang selama ini tumbuh bersama memasuki babak baru kehidupan mereka. Bukan tidak mungkin kamu juga bisa jadi salah satunya ketika memutuskan menikah di usia 25-an.
Tidak bisa dipungkiri, usia 25 memang jadi titik yang penting bagi kehidupan cinta banyak orang. Kebanyakan anak muda sudah mulai bekerja dan ingin membawa komitmen cinta yang dijalani kearah yang lebih serius. Jangan kaget jika kehidupan cintamu juga jadi lebih jelas mau dibawa kemana diumur yang satu ini.

3. Tapi Jika Itu Tidak Terjadi Padamu, Dunia Tidak Berakhir Kok!

Masih sendiri dan cuma bisa bersandar ke bahu boneka? Chill! via itasyapendekland.blogspot.com
Saat kehidupan cintamu belum juga menunjukkan tanda-tanda menuju kearah yang lebih serius di usia 25, ternyata hidup tidak berakhir kok. Kamu akan tetap baik-baik saja dengan atau tanpa pasangan. Di usia ini kamu akan sadar kalau kualitasmu tidak ditentukan oleh siapa yang ada disisimu. Hanya dirimu sendirilah yang bisa membuat hidupmu bermakna.
Ternyata kamu akan tetap baik-baik saja ketika undangan pernikahan mulai berdatangan. Melihat teman-temanmu menikah lebih dulu ternyata tidak membuatmu merasa kalah saing. Kamu akan bisa menerima bahwa setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing.
Mereka barangkali memang ditakdirkan settle di kehidupan cinta lebih dulu. Bagimu akan ada sisi kehidupan lain yang jalannya dilancarkan. Santai aja!

4. Kondangan Akan Jadi Agenda Rutin, Dan Lebih Baik Kamu Bersiap Diri

Mengahdiri acara pernikahan akan jadi kegiatan rutin via www.dwibcc.com
Menghadiri acara pernikahan teman dan rekan kerja akan jadi agenda rutin yang menyapamu setiap akhir pekan. Dan sampai kamu tua nanti, agenda yang satu ini tidak akan pernah hilang.
Di usia belasan dan awal 20-an kamu akan malas menghadiri acara resmi macam ini. Tapi di usia 25 kamu akan sadar kalau tidak hadir berarti tidak menghormati orang yang mengundangmu. Kamu harus meluangkan waktu untuk sekedar setor muka di acar-acara pernikahan.
Ada baiknya kamu mulai menyisihkan anggaran untuk membeli kado dan memberi sumbangan. Oh iya, jangan lupa juga siapkan pakaian formal yang cukup mumpuni untuk dibawa ke kondangan. Gak punya partner kondangan itu tidak sememalukan tampil tidak pantas di acara resmi yang dihadiri semua kolegamu, loh!

5. Tidak Semua Perkataan Dan Pendapat Orang Lain Layak Kamu Pertimbangkan

Pengen rambut biru? Sah-sah aja kok! via nymag.com
Di masa-masa sekolah dan kuliah citra dirimu seakan ditentukan oleh pendapat orang-orang di sekitarmu. Kamu ingin tumbuh jadi pribadi yang disukai semua orang. Kritik dan pendapat orang lain akan jadi hal yang benar-benar kamu masukkan ke dalam hati.
Di usia 25 tahun kamu akan sadar bahwa ada kalanya kamu harus mengabaikan suara diluar sana dan fokus pada hidupmu sendiri. Kamulah yang menjalani hidupmu, maka kamu juga yang paling tahu apa yang harus dilakukan. Kamu tidak lagi membuang waktu untuk memikirkan semua perkataan orang.
Hanya yang benar-benar relevan dan rasional saja yang layak jadi acuan. Kamu ingin rambut biru tapi takut diejekin sama teman kantor? Cuekin aja, hidup-hidupmu ini kok!

6. Tidak Semua Rencanamu Bisa Tercapai Di Umur 25, Dan Itu Normal

Tidak semua rencanamu bisa tercapai via www.youtube.com
Barangkali kamu sudah punya gambaran tentang hal-hal apa saja yang akan kamu capai di usia 25. Sudah menikah, punya pekerjaan yang gajinya besar, sudah punya rumah sendiri — di usia 25 ada beberapa orang yang beruntung bisa mewujudkannya, ada pula yang masih berjuang untuk mencapainya.
Jika kamu belum mencapai target hidupmu di usia 25, jangan kecewa dulu. Tidak semua hal bisa berjalan sesuai rencanamu. Tapi bukan berarti hal yang tercapai diluar target tidak akan membawa kebaikan bagi hidupmu. Terkadang hidup tidak bisa diatur seketat jadwal pelajaran. Kamu hanya harus menjalaninya sebaik mungkin.

7. Orang Tuamu Juga Manusia Biasa yang Butuh Bantuan

Sesempurna apapun orang tuamu, mereka tetap manusia biasa via www.presidenri.go.id
Orang tuamu bukanlah malaikat yang bisa selalu menunjukkan contoh yang baik. Di usia 25 akan ada beberapa momen dimana kamu melihat mereka jatuh di titik terendah dalam hidup. Kali ini giliranmu mengulurkan tangan dan membantu mereka. Bukankah mereka yang selalu ada di titik terendah hidupmu selama ini?
Di usia yang makin dewasa kamu akan memahami bahwa orang tuamu juga butuh tempat berbagi. Kamu tidak lagi bisa menggantungkan diri pada mereka, justru kamulah yang harus meluangkan waktu untuk banyak memberi.

8. Kamu Akan Sadar Kalau Orang Tuamu Tidak Akan Hidup Selamanya

Suatu hari orang tuamu harus pergi dari dunia ini via www.ronamasa.com
Semasa remaja kamu sering bertengkar dan tidak setuju dengan pendapat mereka. Tapi di usiamu yang ke 25 matamu akan terbuka, merekalah yang benar-benar menyayangimu. Dan dua orang yang mencintaimu dengan sepenuh hati ini tidak akan selamanya ada di dunia.
Hubunganmu dan mereka akan mulai bergeser. Kamu akan meluangkan waktu untuk menelepon dan mengunjungi mereka. Kesehatan dan kebahagiaan orang tua juga jadi prioritas perhatianmu. Kanu akan sadar bahwa mereka adalah bagian penting hidupmu yang harus dijaga selagi masih ada.

9. Jangan Pernah Membandingkan Kebahagiaanmu Dengan Kebahagiaan Orang Lain

Hidupmu berbeda dengan orang lain via www.pinterest.com
Barangkali kamu akan merasa iri ketika temanmu mendapat beasiswa ke luar negeri. Atau ketika ada kawan yang menikah dan mendapatkan pekerjaan idamannya. Iri itu wajar, tapi jangan pernah membandingkan kebahagiaanmu dengan mereka.
Menilai kesuksesanmu berdasarkan pencapaian dan standar orang lain hanya akan membuatmu lelah dan jadi makhluk yang tidak bersyukur. Kamu dan temanmu punya jalan hidup yang berbeda. Kebahagiaan dan pencapaian kalian tidak layak ditandingkan. Lagipula ini hidup kan, bukan pertandingan sabung ayam?

10. Kesuksesan Bukan Hanya Soal Uang

Keluarga yang hangat juga bentuk kesuksesan via thesoulofseoul.net
Akan ada masa kamu sangat getol bekerja demi mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Tapi jangan lupa, kelak kamu akan menyadari kalau kesuksesan itu bukan hanya soal uang. Jangan sampai menyesal karena hanya mengejar materi semasa muda hingga kehilangan sisi hidup lainnya.
Sejak usia 25-an kamu perlu tahu kalau sukses bukan hanya soal berapa banyak uang yang kamu hasilkan. Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan sahabat, bisa memberikan sesuatu ke masyarakat dan jadi pribadi yang bermanfaat akan membuatmu jauh lebih merasa tercukupi.
Punya uang memang penting. Tapi hidupmu tidak layak dihabiskan hanya demi kegiatan mengumpulkan materi.

11. Tapi, Tidak Bisa Mengatur Uang Akan Jadi Masalah

Tidak bisa mengatur uang bisa jadi masalah via www.huffingtonpost.com
Kesuksesan bukan hanya soal uang. Tapi tidak bisa mengatur uang bisa membuatmu hancur. Di usiamu yang sudah 25 tahun saatnya kamu mulai memperhatikan pemasukan dan pengeluaranmu. Atur gajimu sedemikian rupa agar kamu tetap memiliki uang simpanan untuk kebutuhan mendadak.
Mulai mengambil asuransi untuk proteksi diri juga penting, biar kamu tidak kehabisan uang untuk urusan kecelakaan dan kesehatan. Kalau ingin tahu lebih lengkap tentang tips finansial untuk anak umur 20-an kamu bisa baca diartikel Hipwee ini.

12. Sebaik-Baik Pekerjaan Adalah Pekerjaan yang Bisa Kamu Lakukan Dengan Hati

Doris, 25 tahun. Fotografer makanan asal Korea Selatan yang sangat mencintai pekerjaannya viadoreese.tumblr.com
Di usia 25 kamu akan menghabiskan banyak waktumu untuk bekerja. Di titik ini pula kamu akan sadar bahwa ada beberapa pekerjaan yang memang jadi panggilan hidupmu. Dan lebih baik kamu mengejar pekerjaan itu sebelum kehabisan waktu.
Kamu akan tahu bahwa bekerja itu bukan hanya soal gaji, tapi juga tentang hati. Hidup terlalu singkat untuk bertahan pada pekerjaan yang memberimu banyak uang tapi membuat hidupmu kering pengalaman.

13. Tidak Semua Masalah Layak Kamu Bagi Ke Orang Lain

Kamu akan belajar menyimpan masalah sendiri via plus.google.com
Saat masih umur belasan dan awal dua puluhan rasanya mudah untuk membagi masalah ke orang lain. Baik lewat curhat langsung maupun via sosial media. Seakan dengan membagi masalah, bebanmu bisa lebih ringan.
Di umurmu yang makin dewasa kamu akan sadar bahwa tidak semua masalah layak dibagikan ke orang lain. Kamu perlu makin selektif memilih hal apa yang bisa kamu ceritakan ke orang lain dan hal apa yang bisa kamu selesaikan sendiri. Lagipula semua orang sudah punya masalah mereka sendiri kan? Tidak sepantasnya kamu menambah beban mereka dengan masalahmu.

14. Kamu Tidak Bisa Mempertahankan Semua Temanmu Selamanya

Teman akan terus datang dan pergi via games.usvsth3m.com
Seiring usia yang makin bertambah kamu akan menyadari bahwa lingkaran pertemananmu ternyata semakin kecil. Kamu akan kehilangan kontak dengan beberapa teman, tidak lagi mengetahui perkembangan kehidupan mereka lalu berhenti berkomunikasi sama sekali.
Walau pastinya tidak menyenangkan saat harus kehilangan teman, tapi proses ini adalah siklus normal yang pasti dilewati. Hidup akan mempertemukanmu dengan orang-orang baru yang lebih sejalan. Pergi dan datangnya teman adalah hal yang biasa. Mereka yang tetap bertahan setelah sekian lama adalah teman sejati yang memang layak kamu jaga.

15. Proses Mencari Dan Mengembangkan Diri Tidak Akan Pernah Selesai

Proses mencari jati diri tidak akan selesai via www.mydress.com
Dulu kamu mengira sudah akan selesai dengan dirimu sendiri di usia 25. Pokoknya kamu sudah jadi manusia dewasa, deh. Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Justru di usia 25 kamu akan makin merasa tertantang untuk menemukan hal yang kamu suka dan mengembangkan diri. Tidak jarang kamu akan ikut kelas tambahan dan makin menggiati hobi di usia ini.
Di usiamu yang sudah 25 tahun kamu sadar bahwa proses mencari dan mengembangkan diri adalah sebuah proses yang tidak akan pernah ada ujungnya. Sampai kapanpun kamu masih akan terus haus ingin mengembangkan diri. Keinginan ini justru harus terus kamu jaga, agar kamu bisa terus berkembang ke arah yang lebih baik.

16. Kamu Tidak Sepantasnya Membuat Komitmen Besar Dalam Hidup Hanya Untuk Menyenangkan Orang Lain

Menikah hanya untuk menyenangkan orang tuamu? Hmmm…… via www.ricoademandana.com
Di usia 25 kamu akan dihadapkan pada berbagai tuntutan sosial. Gak percaya nih ya beberapa contohnya:
  • Kapan menikah?
  • Kapan punya anak
  • Kapan lanjut S2
  • Kok belum dapat kerjaan mapan?
  • Kapan pakai jilbab
  • Ayo dong, mulai berinvestasi!
Terkadang telingamu jengah mendengar banyaknya masukan yang datang. Akhirnya kamu melakukannya hanya untuk membuat orang-orang disekitarmu diam.
Hidupmu terlalu berharga untuk disia-siakan demi standar hidup yang diyakini orang lain. Kamu tidak perlu mengambil berbagai komitmen besar yang secara pribadi kamu rasa belum perlu untuk dilakukan. Hidup dan kebahagiaanmu ada di tanganmu sendiri. Jangan biarkan orang lain menetapkan standar untukmu.

17. Butuh Lebih Dari Sekedar Cinta Untuk Membuat Hubungan Berhasil

Butuh lebih dari sekedar cinta via suara.com
Di usia ini kamu akan sadar bahwa cinta saja tidak cukup untuk membuat sebuah hubungan berhasil. Ada faktor-faktor lain yang lebih krusial dari perasaan. Hal-hal teknis seperti pekerjaan, jarak penghasilan hingga gaya hidup ternyata menentukan bertahan atau tidaknya sebuah hubungan cinta.
Kamu tidak lagi jadi orang yang bertahan pada hubungan yang sudah jelas tidak bisa dibawa kemanapun hanya karena sudah terlalu cinta. Di usia 25 kamu akan lebih rasional, dengan gagah berani melepaskan dia yang tidak bisa diajak membangun masa depan bersama.

18. Hal Terberat Dalam Hidup Adalah Tidak Melupakan, Tapi Melepaskan Dengan Ikhlas

Belajarlah untuk melepaskan via quotego.biz
Perpisahan yang kamu hadapi di usia 25 akan berbeda dengan yang sudah-sudah. Kali ini perpisahan akan menyisakan bekas yang lebih dalam. Kamu memang akan lebih mudah memutuskan berpisah saat hubungan yang dijalani sudah tidak lagi rasional, tapi bukan berarti kamu juga bisa dengan mudah melupakan dan melepaskan mereka.
Di usia 25 kamu perlu belajar bahwa hal terberat dalam hidup adalah melepaskan dengan ikhlas. Kamu tidak akan pernah lupa pada mantan pasanganmu. Dia sudah memberi warna dan punya andil dalam membentuk dirimu. Satu-satunya jalan agar kamu bisa melanjutkan hidup adalah melepaskannya dengan ikhlas. Dan ini sungguh tidak mudah.

19. Terus-Terusan Mengikuti Hati Tidak Akan Membawamu Kemanapun

Quote ini tidak lagi relevan via www.qtations.com
Bukan berarti kamu tidak boleh mempercayai insting, tapi kamu mulai harus menggunakan otak dan rasiomu untuk memutuskan segala sesuatu. Kamu bukan lagi remaja yang bisa berlindung di ketiak orang tua setiap ada masalah. Sekarang kamu punya kewajiban dan tanggung jawab pada hidupmu sendiri.
Kamu perlu bisa menarik garis tegas antara suara hati dan emosi. Mengikuti kata hati memang akan membawa banyak kebaikan bagi hidupmu. Tapi saat suara yang kamu ikuti adalah emosi, maka penyesalanlah yang akan menunggumu di ujung perjalanan.

20. Hidup Terlalu Singkat Jika Tidak Kamu Manfaatkan Untuk Melihat Dunia

Langkahkan kakimu untuk melihat dunia via thoughtcatalog.com
Sebentar lagi kamu tidak akan lagi punya kebebasan khas anak muda usia 20-an. Akan ada kewajiban dan manusia lain yang menggantungkan hidup mereka padamu. Inilah saatnya kamu memuaskan hasratmu untuk melihat dunia, merasakan pengalaman  yang hanya bisa kamu jajal langsung tanpa perantara.
Sisihkan uang dan waktumu. Angkat ransel, keluarlah dari kota atau negaramu. Dari perjalanan kamu akan belajar bahwa ada hal-hal lain diluar rutinitas yang selama ini kamu jalani yang mampu membuatmu kembali merasa tertantang. Dengan melihat dunia kamu akan jadi pribadi yang terus haus untuk berkembang.

21. Terkadang Kamu Perlu Jadi Orang yang Spontan Dan Mementingkan Dirimu Sendiri

Spontanitas tetap perlu via princeon.blogspot.com
Sesekali belanja barang mahal setelah menyelesaikan proyek yang menyita waktu dan pikiran itu sah-sah saja. Secara spontan beli tiket ke Medan dan jalan-jalan seharian juga boleh kalau kamu kesepian di akhir pekan. Tetap isi hidupmu dengan spontanitas yang membuat hari-harimu lebih berwarna. Jangan cuma terpaku pada jadwal dan to-do lists.
Kamu juga perlu jadi egois dan membahagiakan dirimu sendiri. Jadi dewasa bukan berarti lupa caranya bersenang-senang kan?

22. Jaga Siklus Hidup Dan Kesehatanmu

Jaga kesehatanmu via eatmovedreamrepeat.blogspot.com
Ucapkan selamat tinggal pada kemampuan begadang 2 hari 2 malam yang sempat kamu miliki semasa kuliah. Kini badanmu tidak lagi sehandal dulu. Kamu butuh waktu istirahat yang memadai agar bisa segar keesokan harinya. Tidak ada lagi malam-malam tanpa tidur karena lembur tugas atau sekedar nonton bola.
Di usiamu yang sudah 25 kamu harus mulai memperhatikan kesehatan dan siklus hidupmu. Perbanyak makan-makanan sehat. Berolahragalah secara rutin. 20 tahun kedepan kamu akan bersyukr sudah menjaga tubuhmu dengan baik sejak masih berumur 25 tahun.
u

23. Kamu Perlu Belajar Untuk Jadi Orang yang Lebih Tenang Dalam Menghadapi Masalah

Kamu harus lebih tenang dalam menghadapi masalah via secretliveschi.com
Masalah hidup tidak akan pernah berkurang. Ia akan tetap rutin menyambangimu saban hari. Bahkan kini kadar stres-mu akan bertambah. Jalanan macet, kerjaan banyak, duit kurang. Duh, pusing!
Tapi mengikuti emosi dan marah-marah juga tidak akan menyelesaikan masalah. Kamu perlu jadi orang yang bisa menghadapi masalah dengan kepala dingin. Rasionalitas dan pengendalian emosi yang baik adalah kunci hidup tenang dalam segala situasi.

24. Sesuatu Tidak Akan Pernah Berubah Kalau Kamu Tidak Mengambil Langkah Untuk Mengubahnya

Jangan pernah menyesal di kemudian hari via onlyfromscratch.blogspot.com
Kamu sebel banget sama bos-mu yang cerewet? Atau kesel sama tetangga kos yang selalu ribut dari pagi sampai pagi lagi? Semua hal-hal menyebalkan itu tidak akan pernah berubah jadi lebih baik kalau kamu tidak mengambil aksi untuk mengubah keadaan.
Mengeluh tidak pernah jadi solusi. Kini kamu harus sadar kalau semua perubahan harus dimulai. Dan tanganmulah yang punya kuasa untuk mengawalinya. Kalau kamu nggak suka dan jengah sama sesuatu, lakukan sesuatu untuk mengubahnya!

25. Menjadi Manusia Berumur 25 Tahun Ternyata Tidak Semenakutkan yang Kamu Kira

Ternyata menjadi 25 tidak semenakutkan bayanganmu. You are awesome! via www.pinterest.com
Suatu hari, ketika jam dinding menunjukkan tepat jam 12 malam dan hari berganti ke tanggal kelahiranmu– kamu akan menyadari bahwa kamu sudah 25 tahun dan tetap merasa sama. Kamu tidak berubah jadi manusia dewasa yang membosankan. Selera humor dan hobimu tetap bertahan.
Kini kamu hanya jadi manusia yang lebih bijak mempertimbangkan semua aspek dalam kehidupan. Memasuki umur 25 tahun ternyata tidak semenakutkan apa yang kamu bayangkan. Toh hidup akan terus berjalan dan kamu hanya harus memberikan semua kemampuan terbaikmu agar bisa mencapai keberhasilan.

Apakah kamu sepakat kalau kamu perlu tahu hal ini sebelum kamu memasuki usia 25 tahun? Selamat menyambut dan mempersiapkan usia 25-mu! Semoga hidupmu selalu dikelilingi kebaikan.