Rabu, 30 September 2015

B I D A N




Jadi Bidan bukanlah cita-cita, tapi panggilan jiwa. ketika semua orang melakukan perawatan dan memanjakan kuku mereka aku tidak bisa. karena tanganku harus menyambut kedatangan malaikat-malaikat kecil dari rahim seorang perempuan. ketika yang lain sibuk berlama-lama di salon kecantikan, aku tidak bisa. karena diluar sana telah banyak yang menungguku dan mempercayakan kehadiranku untuk buah hati mereka. Tapi aku bersyukur, saat aku melihat bayi lahir ditanganku. kau tahu rasanya? rasanya seperti menemukan berlian di dalam genggaman yang mampu membuatku meneteskan air mata saat dirinya melihat dunia. Itulah aku, aku bidan, dan aku bersyukur.
Sesungguhnya tak pernah terbayangkan olehku, akan menjadi bagian dari profesi ini. Tak pernah terpikirkan sebelumnya aku di usia 19 tahun bisa menolong persalinan Ibu-Ibu yg kadang menyebalkan, mencium aroma asing dari air ketuban, mematuhi peraturan partograf yg sering membuat kantuk, konseling berbagai hal yg aku sendiri pun blm pernah merasakannya dan itu aku lakukan sejak umurku yg masih belasan. Di panggil “Ibu” oleh “para Ibu” yg sesungguhnya, bahkan tak jarang diremehkan karna usiaku yg masih terlihat muda utk menjadi seorang bidan.

Dan engkaulah wanita sejati yang mensucikan niatmu
ketika kertas dan pena menahan rindumu kepada sang kekasih
ketika keringat sang ayah menghembuskan nilai-nilai ketegaran
ketika doa sang bunda menyertai bangun malamnya untukmu

Dan engkaulah wanita sejati dalam setiap kelemahanmu
ketika Tuhan tersenyum dalam amarah yang menyertai kekesalanmu
ketika Tuhan menegurmu saat engkau melupakan ayah dan bunda
ketika Tuhan menyayangimu dengan slalu menjaga akal dan hatimu

Dan engkaulah wanita sejati yang tak bisa menyembunyikan lelahmu
ketika gelap dan dinginnya malam menemani sendirimu
ketika resahmu menyertai harapan kehadirannya ke dunia
ketika engkau slalu bertahan dalam kantuk yang mengusikmu

Dan engkaulah wanita sejati yang turut menghadirkan selaksa kehidupan
ketika tangis si kecil menggemakan seluruh alam
ketika sang ibu mengembangkan selarik senyum dalam haru dan runtuh air matanya
ketika senyum sejenakmu tak tertahan saat tugas muliamu tlah engkau tunaikan
karna saat itu, sebutir keringatmu melahirkan benih titian tangga menuju surgamu
karna saat itu, lelah kantukmu mematangkan pelangi-pelangi ibadahmu

Dan karna saat itu, engkau pun turut tersenyum dalam larutnya bahagia sekitarmu
lalu engkau pun berkata: “ayah dan bunda, aku tlah menghadirkan sebutir baktiku padamu”

Hingga di suatu masa,
engkau tersadar bahwa segala pengorbananmu tlah mengepakkan sayap-sayap malaikat tuk mengantarkanmu menuju pintu surga …

Rabu, 23 September 2015

I N T U I S I


Intuisi dalam bahasa sederhana bisa diartikan getaran hati (jiwa) akan sesuatu hal (Causalitas) yang dihadapi atau yang akan terjadi. getaran hati atau mungkin bisa juga diartikan "perasaan" akan sesuatu (itu) muncul atau terasa. akal (sehat) berpikir dan berbicara (sehat) akan membuat hati/perasaan tenang.

Dalam istilah lain intuisi merupakan kemampuan untuk memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas.Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Intuisi juga bisa di katakan kemampuan psikis yang di kenal sebagai firasat, atau kemampuan untuk merasakan apa yang akan terjadi selanjutnya. Selain itu, intuisi dipahami sebagai pengetahuan yang kebenarannya 100% akurat.
Intuisi adalah kemampuan alami atau kekuatan yang dengannya seseorang mengetahui sesuatu tanpa pembuktian. Dalam kamus online Oxford, intuisi didefinisikan sebagai The ability to understand something instinctively, without the need for conscious reasoning.” Intuisi adalah kemampuan untuk memahami sesuatu secara naluriah, tanpa membutuhkan rasionalisasi sadar.

Menurut Miriam Webbster intuisi adalah “A natural ability or power that makes it possible to know something without any proof or evidence.” Intuisi adalah kemampuan alami atau kekuatan yang dengannya seseorang mengetahui sesuatu tanpa pembuktian.

Intuisi itu sebenarnya bukanlah pesan yang diembuskan oleh makhluk mistis kepada Anda, melainkan pesan yang berasal dari pikiran bawah sadar Anda. Intuisi merupakan suatu kebutuhan, karena tidak semua masalah dapat di jelaskan hanya dengan logika.

Sebelum penelitian yang dilakukan oleh para pakar, intuisi dianggap sebagai pengetahuan klenik. Intuisi dipandang sebagai anugerah istimewa yang diberikan hanya kepada orang-orang tertentu.
Pemahaman berubah ketika intuisi mulai diteliti secara ilmiah. Banyak penelitian menyimpulkan intuisi bukanlah hal yang klenik. Menurut para pakar, sumber intuisi berasal dari pikiran bawah sadar manusia.
Intuition is nothing but the outcome of earlier intellectual experience,” (Albert Einstein)
Sebagaimana dijelaskan Einstein di atas, intuisi merupakan hasil dari pengalaman intelektual yang terjadi sebelumnya. Hal senada juga diungkapkan oleh pakar psikologi dari Amerika Serikat Herbert A. Simon. Menurutnya, intuisi tak lain merupakan kesadaran bahwa sesuatu yang dialami pernah dialami atau dipelajari sebelumnya.
Intuitif adalah sifat alami manusia, hampir setiap manusia mempunyai kemampuan ini,dan pernah mengalaminya selama hidupnya.Yang membedakan hanya tingkatan dari kemampuan ini.Namun, ilmu pengetahuan masih belum bisa menjelaskan mengapa beberapa individu tampaknya lebih kuat dan lebih tajam intuisinya daripada orang lain

Syarat intuisi adalah pengalaman. Semakin banyak pengalaman dalam sebuah bidang, kemampuan intuitif kita (dalam bidang tersebut) semakin tinggi. Sebaliknya, semakin sedikit pengalaman kita dalam bidang itu, maka semakin rendah pula kemampuan intuitif kita (dalam bidang tersebut).






Sumber: Think , Fast and Slow karya Daniel Kahneman, Wikipedia

Kamis, 03 September 2015

Menuju Titik Bifurkasi

Terimakasih pernah ada...
Dalam setiap jeda kesibukan, dalam setiap doa malam mu...
Terimakasih pernah hadir...
Dalam seluruh waktu "kita" yang salah....
Terimakasih sudah pergi...
Semua akan lebih baik...
Aku... Kamu...Kita...
Dia...Kalian...dan Kami...
Terimakasih untuk tidak datang lagi

(Terimakasih sudah memberikan Buku ini )