Memulai adalah suatu hal yang paling sulit, sesederhana memulai bangun pagi. Begitu pula ketika memulai hal baru lainnya, mempelajari hal baru. Entah semenjak kapan aku lupa tepatnya, memulai untuk mengamati hingga mempelajari "pola" yang dilakukan oleh manusia kepada manusia lainnya. Aku tidak memiliki kompetensi dalam hal ini, belum ada basic apapun. Semuanya terjadi begitu saja, berlalu begitu saja. Menyadarinya pun setelah seorang sahabat yang menyatakan kalau aku memiliki pengalaman yang banyak tentang perilaku "pola" itu.
Perkenalan dengan orang-orang baru, menahan diri untuk tidak memotong pembicaraan orang lain, memberikan manusia lain kesempatan untuk meng"aku"kan dirinya, mengamati sambil tersenyum manis, di akhir menyimpulkan secara singkat mengenai siapa, apa yang terjadi, apa yang sedang dialami lawan biacara ataupun kebohongan-kebohongan yang dikemas secara aesthetic.
Mempelajari manusia bersikap dengan manusia lainnya sangatlah menyenangkan, terlebih sejak aku mulai menyadari banyak hal yang bisa aku pelajari. Beberapa manusia yang aku temui melakukan "pola" yang mirip bahkan identik, hal ini mudah sekali dipelajari ketika kita bisa mengambil pelajaran dari sebuah pengalaman kejadian-kejadian sebelumnya. Semua tersimpan dimemori dan pada saat diperlukan, memori itu bisa di re-call .
Sangat kagum pada mereka yang memiliki kemampuan membungkus kebohongan secara aesthetic layaknya pemain sinetron atau aktor peraih pengahrgaan kelas dunia. Sangat indah, rapi, menjiwai dan berhasil mengelabui orang lain. Aku pikir mereka mengutip quotes dari George Washington "cara terbaik menyembunyikan rahasia adalah dengan meletakkannya di tempat umum" atau terinspirasi dari pandangan ahli strategi perang dari China Sun Tzu "persembunyian yang paling aman adalah di tempat yang paling terang". Tapi, tetap saja yang namanya sebuah kebohongan suatu saat akan ketahuan, cepat atau lambat.
Ketika aku menjadi subjek pengamat, aku hanya akan tersenyum manis dalam hati, dan cukup diam, membiarkan mereka tetap menikmati perannya sebagai seorang aktor dalam film yang diciptakan olehnya. Beda hal jika aku yang menjadi sasaran kebohongannya, aku akan berpura-pura tidak tahu saja, meskipun pernah juga tertipu sepersekian waktu dan pada akhirnya mengetahui skenario apa yang sedang dijalankan oleh manusia lainnya kepadaku.
Yaahh.... namanya hidup kan dinamis, orang terkadang perlu peran-peran tertentu untuk menambah warna-warna dalam hidupnya. Begitupun aku, pernah juga melakukan kebohongan-kebohongan untuk kepentingan-kepentingan aesthetic hidupku. Hahahaa.... dari sini aku belajar untuk tidak menghakimi orang lain, apapun yang dilakukannya, kembalikan ke diri sendiri, jika berada di posisi yang sama, mungkin akan melakukan yang sama atau bahkan lebih parah dari mereka.
life begin after aromatic tea,
setelah sekian lama tidak mengisi blog pribadi,
duduk menyendiri, terbersitlah inspirasi untuk menulis kembali.
"Thousand Feet 21 Nov 2020"