“God made man stronger but not necessarily more intelligent. He gave women intuition and feminity. And, used properly, that combination easily jumbles the brain of any man I’ve ever met.”Farah Fawcett
Dadaku membusung bangga dengan segala sebutan kami.
Dari gadis, perawan tua hingga sebutan janda bahkan pelacur.
Namun, tulang tetap tulang tetap menggigil tanpa diselimuti daging.
Walaupun kokoh menopang tubuh, kami pun sama.
Bagaimanapun kuatnya kami Wanita Tetap Wanita.
Aku, Kami, dunia mungkin berkata kita rapuh seperti kristal.
Biarkan mereka menilai seberapa kuatnya kita.
Perempuan.
Menjadi perempuan bukanlah sebuah pilihan tapi ini adalah takdir.
Kami senang mengambil keputusan atas hidup kami sendiri dan menjadi bahagialah yang aku sebut sebagai pilihan.
Sesekali patah, terpuruk namun selalu ada kekuatan extra untuk bangkit kembali.
Begitulah cara kami menghadapi dunia, pun saat hati jatuh cinta.
***